• signup email untuk terus mendapatkan info terbaru
  • sign up & dapatkan potongan 10% untuk pembelian selanjutnya!
  • penawaran dan promo eksklusif

PAULO DYBALA: SAAT KAU TELAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK, TIDAK AKAN PERNAH ADA PENYESALAN

Sang Bintang sepak bola Argentina membuat sukses seakan terlihat mudah. Paulo Dybala menceritakan tentang apa yang ia kesampingkan untuk meraih cita-citanya dan menginspirasi pembuatan patch jaket VRCT Adidas Dybala.

Kreator dari campaign VRCT, Paulo Dybala memilih SACRIFICE sebagai patch jaket Adidas Dybala. Kami melakukan wawancara untuk mendengarkan kisah yang melatarbelakangi motivasinya hingga menginspirasi patch jaket VRCT Adidas Dybala.

Ada kata yang selalu muncul saat semua orang membicarakan atau menulis tentang bakat Paulo Dybala: ‘kreatif. Di lapangan, dia menciptakan peluang yang tidak terduga, melihat strategi yang tidak dapat dilihat pemain lainnya. Semua itu memang pantas untuk diharapkan dari salah satu permain termahal di Eropa – yang dikenal dengan julukan ‘La Joya’, ‘the jewel’, atau ‘sang permata’. Hari ini, di salah satu rooftop di kota Turin, kami membicarakan tentang hal lainnya, dan melihat sisi lain dari sang ‘permata’ bintang sepak bola.

“Aku memilih kata sacrifice karena itu menggambarkan hal paling penting dalam masa kecilku, yang membuatku bisa seperti sekarang ini.”

“Aku memilih kata sacrifice karena itu menggambarkan hal paling penting dalam masa kecilku”, ujarnya. Dan ‘sekarang’ ini aku berada di titik terbaik, aku tak akan membantahnya. Paulo Dybala tidak pernah merasa menyesal. Ia menambahkan: “Seperti yang selalu aku katakan saat berbicara dengan ibuku, kami berjuang keras untuk sampai di titik ini. Kami melewati masa-masa sulit, dan masa-masa yang indah. Sehingga, kami selalu berusaha untuk menikmatinya bersama, dengan orang-orang di sekitar kami, teman-teman, dan orang-orang terdekatku.”

Kembali ke masa lalu, mulai dari melewatkan pesta, akhir pekan, hingga mulai latihan jam 6 pagi dan shift latihan tiga kali lipat. Kita beralih ke kejadian lain yang mengubah hidupnya, hal yang tidak terlalu ingin dia bicarakan, yaitu ketika ayahnya sakit dan meninggal, Dybala baru berusia 15 tahun. Sang pemain muda mendapatkan kesempatan untuk menemani keluarganya pada hari-hari terakhir sang ayah, lalu membuat keputusan sulit untuk kembali latihan bersama tim, yang berjarak 100 mil dari tempat asalnya.

“Ada saat-saat penting di mana aku harus memilih, dan aku selalu memilih sepak bola.”

Jika kau pernah mencoba untuk menempatkan konsep pemikiran yang lebih dewasa seperti sacrifice ke memori masa kecil yang polos, itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dybala berhenti sejenak di awal: “Aku berpikir bahwa itu adalah hal yang mendasar, saat aku masih anak-anak, aku mengorbankan banyak hal. Hal yang dulunya mungkin tidak aku sadari, atau aku melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Dan selalu, keluargaku mengingatkan bahwa… Aku tidak pernah membayangkan bisa sampai seperti saat ini.” Dia melanjutkan: “Ada saat-saat penting di mana aku harus memilih, dan aku selalu memilih sepak bola.”

Latihan memang bukan rutinitas yang mudah, namun tentu sekarang menjadi lebih mudah – karena ia telah menuai hasil usahanya menjadi bintang sepak bola, dan keberhasilan itu terus berlanjut. Namun kondisinya tidak selalu seperti itu. Dulu, Paulo Dybala adalah salah satu dari anak-anak yang berjuang keras, karena tidak mudah untuk menarik perhatian tim-tim papan atas. Hanya beberapa yang mampu melanjutkan ke level berikutnya. Pengorbanan tidak memberikan jaminan.

Ia mengatakan: “Itu adalah saat kau harus menentukan apa yang kau inginkan. Jika kau benar-benar ingin bermain sepak bola dan meninggalkan hal lainnya, atau jika kau lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman, di usia kau mulai mempelajari hal-hal baru. Kenyataannya, aku selalu bermimpi untuk bermain sepak bola. Aku tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi, apa aku bisa mewujudkannya atau tidak. Tapi, seperti yang aku katakan, itu memang hal yang aku inginkan.” Ia menambahkan: “Menghabiskan waktu bersama teman mungkin adalah pilihan yang mudah. Karena itu bukanlah sebuah sacrifice (pengorbanan). Itulah alasan aku memilih kata itu.”

Adidas Paulo Dybala

“Menurutku jika kau melakukan suatu pengorbanan, kau berdamai dengan dirimu sendiri, karena kau tahu kau telah mempertaruhkan semuanya, bahkan jika pada akhirnya kau gagal.”

Dan tidak semua pengorbanan membuahkan hasil – namun bukan lantas tidak berarti. Mengingat teman-teman yang tidak berhasil, Paulo Dybala mengatakan: “Memang ada banyak orang yang juga melakukan pengorbanan yang sama, dan banyak juga yang hanya berakhir dengan kegagalan. Tapi menurutku jika kau melakukan suatu pengorbanan, kau berdamai dengan dirimu sendiri, karena kau tahu telah mempertaruhkan semuanya, bahkan jika pada akhirnya kau gagal.”

Mungkin kau memiliki ambisi – sesuatu yang mungkin butuh pengorbanan untuk menjadi bintang sepak bola. Paulo Dybala melanjutkan, bertaruhlah, tinggalkan semua yang menghalangi. “Mengorbankan hal tertentu untuk mengikuti mimpimu atau menjadi seperti yang kau inginkan itu sangat penting. Karena ketika kau melakukan pengorbanan, pada akhirnya, kau bisa mendapatkan hasil yang lebih positif.”

Jaket VRCT Adidas Dybala

Kami mendesain jaket VRCT Adidas Dybala sebagai kanvas untuk menunjukkan ekspresi diri yang terinspirasi dari tradisi olahraga. Pakai sesuai keinginanmu dengan patch khusus yang menunjukkan representasimu. Apa yang ingin kau representasikan?

Kembali